Selasa, 19 Februari 2008
Selasa, 01 Januari 2008
liric the titans

buat kamu penggila the titans, sewkarang kamu dapat nyanyiin lagu the titans sepuasnya :
BILA
Lagu: Oni / Indra
Lirik: Oni
Intro : D
D A/C#
Bila aku, merasa jauh dari dirimu
Em Gm
Takkan ada perasaan ragu, ‘tuk mencari pengganti dirimu
D-A-Bm-Gm-Gm-Gm
D A/C#
Bila aku, tak mungkin lagi mendampingimu
Em Gm
Buang semua cerita yang lalu, hancurkan kisah cinta yang dulu
D A/C#
Dan bila aku, telah temukan cinta yang lain
Em C D
Jangan pernah ‘tuk mencoba lagi, hancurkan cinta yang kumiliki
Reff:
G D/F# Am C
Jangan kau harap lagi, rasa yang dulu pernah terpuruk mati
G D/F# Am Cm
Kucoba ‘tuk temukan cinta sejati, yang kurasa bukan hanya dalam mimpi
Bridge:
Em C G D/F# Em
Walaupun, terkadang, sepi menghampiriku
D C D A
Biarlah, kusimpan sendiri rasa yang t’lah pergi
Reff kedua naik 1 nada ( A-E/G#-Bm-D-A-E/G#-Bm-Dm)
Melody : A-Em-Bm-Dm
Back to Reff lagi
TERINDAH (BUKAN UNTUKKU)
Lagu: Andika / Imot
Lirik: Andika / Imot
Intro : Am-F-C/E-E/G# 2x
Am F C/E E/G#
Rasa yang telah lama ada
Am F C/E E/G#
Memudar dan terasa hampa
Am F C/E E/G#
Telah kita lewati semua
Am F C/E E/G# F
Tak mungkin lagi kita, bersama...
F Em Dm Am
Dan terus bercinta, dalam satu jiwa, kita berdua
F Em Dm E/G# E
Sudahlah, lupakan semua, kisah yang tersisa, s’lamanya.........
Reff :
C C/FM7 F
Kau yang terindah, yang membuatku terluka
C C/FM7 F
Dan kau takkan pernah, bisa buatku bahagia
C C/FM7 F
Mungkinkah aku bukan tercipta untukmu?
Am G F
Biarkan aku pergi jauh...
Melody : F-Em-Dm-Am
F-Em-Dm-E/G#-E
Back to Reff
Ending = Melody
BATAS WAKTU
Lagu & Lirik : Indra
Intro : Em- Am-Em-Am
Em
Terjebak sendiri aku, menatapmu yang t’lah membisu
Am
Mengingatmu seakan jauh, walau lelah akan ku tunggu
Em
Semua telah berubah, dari waktu yang tak terasa
Am
Selama aku menunggu, sedalam aku terjatuh
Music : Em- Am-b-C-Am-B
C Em
Sekejap mata memandang, dan kaupun menghilang…
Am-B-C-Am
Bayangmu menghilang...
Reff: (2x )
Em
Dalam waktu aku menunggu, walau lelah akan ku tunggu Am
Dalam hari aku menanti, setiap langkah yang aku cari
Ending : Em-Am-Em-Am-Em
RASA INI
Lagu: Indra
Lirik: Indra / Oni
Intro : C – F – Am – G 2 X
Song 1: C F Am G
Terlalu lama kau jauh, hingga waktu pasti kan berlalu
C F Am G
Kini kau pergi tinggalkanku, di saat aku terbenam sepi
C F Am G C
Kau, kau telah pergi, tinggalkan aku dalam perih mimpi - mimpi
F Am G
Yang tak mungkin kembali, saat kau dan aku, saling memiliki
Reff:
C G Am G C
Rasa ini tak mungkin bisa ku ungkap lagi
G Am
Berakhir rasa yang kumiliki
G
Satu cinta, aku...
Melody : Dm – Am – C – G – F – C – Am – G
Back to Song 1
Music = Reff
Back to Reff
Ending = F
SETIA
Lagu : Indra
Lirik: Andika
Intro : D – DM7 – Em 2x
Bm A G
Saatku merasa hampa dan terluka
Bm A G
Menunggu datangnya malam yang kelam
Bm A G
Kau tetap temani aku
D – DM7 – G – Em
Bm A G
Walaupun aku membisu dan terdiam
Bm A G
Kau masih ada untukku
Reff:
D DM7 G Em
Dan akupun akan setia, takkan pernah mendua
D DM7 G Em
Dan aku akan s’lalu menjaga, cinta kita s’lamanya…
Bm A G
Walau aku membisu dan terdiam selalu
Bm A G
Dan kau s’lalu temani disetiap waktuku
Back to Reff : D – DM7 – G – Em – Bm – A/C# - G 2x
D DM7 G Em
Aku akan setia…….
Bm A G
Aku takkan mendua…..
D DM7 G Em
Aku akan setia…….
Ending : Bm - A - G
BUKAN AKU
Lagu: Andika / Imot
Lirik: Andika / Tomtom / Imot
Intro : G - Em – D/F# 2 x
G Em D/F#
Aku bukanlah semua mimpi yang terindah
G Em D/F#
Takkan pernah sempurna jiwaku
G Em D/F#
Dan aku mencoba untuk selalu bertahan
G Em D/F#
Lewati segala rintangan
Bridge:
Bm C D Em
Kau hadir disini menemani langkahku
Bm C D
Hiasi hidupku ini
Reff :
G C
Jangan kau buat aku, merubah arah hidupku
Em D C
Biarkanlah terus berlalu
G C
Jangan kau pinta aku, ‘tuk jadikan yang kau mau
Em D C
Karna semua bukan jalanku, bukan aku….
Melody : G – Em – D/F# 4 x
G Em D/F#
Saatku melangkah seiring dengan waktu
G Em D/F#
Mencari jalan temukan jiwaku
G Em D/F#
Dan aku mencoba untuk selalu bertahan
G Em D/F#
Lewati segala rintangan
Back to Bridge + Reff
G C
Jangan kau pinta aku, jadikan yang kau mau
Em D C
Karena semua, bukanlah jalanku, bukan aku.....
G C G C G
Bukan aku ... Bukan aku ... Bukan aku
WAHAI BINTANG
Lagu: Andika / Indra
Lirik: Andika
Intro : E ....
E – F#m – G#m – A 4x
E
E F#m C#m B E
Kadang ku merasa, terbang tinggi, lewati nirwana
F#m C#m B E - F#m - G#m - A 4 x
Lepas bebas di angkasa, jauh, ikuti khayalku
E F#m C#m B E
Bulan, bintang, s’lalu bersinar terang
F#m C#m B A – G#m – A – G#m - B
Temani langkahku, terangi jalanku
E F#m C#m B
Reff 1: Wahai bintang, jangan kau pernah tinggalkan hidupku
E F#m C#m B E
Tetaplah disini dan bawa anganku bersama(mu)
Melody : E - F#m - C#m – B 4x
Back to Reff 1
E F#m C#m B
Reff 2: Tuntunlah jiwaku, tunjukkan arti hadirmu
E F#m C#m B E - F#m - C#m
Bersama denganmu, melangkah dalam duniaku
B E-F#m-C#m B E-F#m-C#m
Melangkah denganmu, dalam duniaku
B E-F#m-C#m B E
Terangi jalanku, tetap bersama dalam duniaku
LAKUKAN SAJA
Lagu: Indra
Lirik: Tomtom / Imot / Indra
Intro : G – C – G – C – D
G C G C
Biarkan aku menjadi milikmu
D
Dan miliki aku sepenuh hatimu
D C G C
Jadikan aku agar dekat denganmu
D
Lalu ijinkan aku dekap erat tubuhmu
Bridge:
Am D
Ku tahu, kau juga ingin
Am D
Sudahlah, lakukan saja
Reff:
G C D
Buat apa menderita
G C Em D
Hingga nanti kita nikmati saja
G C D
Jangan pernah harapkan cinta
G C Em D C
Semua yang kita lakukan hanyalah pelampiasan
G C G C D
Dan nikmati saja, suasana kita, saat sedang bercinta
G C G C D
Dan kini kurasa semua, antara kita, merasakan yang sama
SEANDAINYA
Lagu: Andika
Lirik : Andika / Rizki
Intro : F – Am – F – Am - G
C G Am Em
Saat malam, hatimu mencari
F C D G
Dalam lelahmu, memikirkanku
C G Am Em
Namun aku, yang ada disini
F C D G - B
Hanya terdiam, dan membayangkan
E E/F# A C#m B
Reff : Seandainya, ku dapat menemanimu malam ini
A B
Hilangkan sepi
E E/F# A C#m B
Seharusnya, ku ada disisimu dan ku terjaga
A B A
Hingga kau terlelap mimpi
C G Am Em
Dan kuharap, ‘kan selalu ada
F C D G
Warna indahmu, tanpa hadirku
C G Am Em
Percayalah, akupun menunggu
F C D G B
Hingga nanti ‘kan, bertemu lagi, oh
Back to Reff
Melody ; A – G#m – F#m – A - B
Back to Reff 2x
AMARAH
Lagu: Indra
Lirik: Indra / Imot
B A
Sejenak ku berdiri, melihat yang terjadi
G F#
Aku, tak percaya yang ku lihat ini
B A
Mencoba ku berlari, mencari jawab pasti
G F#
Nanti, mungkin akan ku temukan lagi
B A
Oh, tak bisakah kau berubah,
G F#
Dan kau hancurkan hidupku, lagi
G B
Reff: Matikan semua perasaan yang dulu kau berikan
G F#
Amarah ku kan terbakar, aaa...
B A
Mampukah kau melihat
G
Dan mampukah kau mendengar
F#
Kau tak mungkin ku maafkan, aaa...
B C#
Mencoba ku berlari, mencari jawab pasti
G F#
Nanti, mungkin akan kutemukan lagi
B C#
Mencoba tuk mengerti, temukan arti dari
G F#
Semua, sakit yang masih ku rasa ini
HINGGA NANTI, SAMPAI MATI
Lagu: Andika / Oni
Lirik: Andika / Rizki
Intro : Am7
AM7 Bm AM7 Bm
Masih terasa indah dalam jiwa, saat kita bersama untuk satukan rasa
AM7 Bm AM7 Bm
Tertawa bahagia lepaskan semua, waktu kita tuliskan cerita tentang kita
DM7 C#m Bm F#m
Bridge: Mengapa, semua, menghilang, menjauh?
DM7 C#m Bm F#m
Terasa, hampa, hidupku, dalam anganku
DM7 C#m Bm A#m
Reff : Dan aku tak akan mengerti, walaupun hingga nanti
DM7 C#m Bm A#m
Namun tak kan aku sesali, sampai mati
AM7 Bm AM7 Bm
Terlalu banyak waktu yang t’lah terbuang, hanya untuk berharap dan bertanya
Back to Bridge,Reff (Reff selanjutnya kuncinya DM7-C#m-D-AM7-DM7-C#m-Bm-A-G#m)
Back to reff lagi
Bm A E
Sampai mati .....
Music ending : DM7-C#m-DM7-AM7-DM7-C#m-Bm-A-E/G#
TIDURLAH
Lagu & Lirik: Indra
Kau... t’lah tertidur, dipelukanku
Terlihat cantik wajahmu...
Dan ku... peluk dirimu
Dan ku rasakan, semua di dalam hatiku
Damai hatiku, bila kau disampingku
Kan kujaga selalu, biar tak jadi layu
Semua hatiku, ku berikan padamu
Takkan pernah terganti, meski waktu berlalu
Reff:
Jangan kau pergi, dari hatiku
Kuingin kau disini, menemani aku
Tidurlah tidur, dibawah mimpimu
Bawalah, sampai akhir nafas
Ku tak terhenti, kuingin bersamamu selamanya
Mungkin sampai waktu memisahkan..
sumber : http://www.thetitansband.com/
ungu band

UNGU, perjalanan 10 tahun……
UNGU? Kenapa?Kenapa tidak? Itu jawaban kita sewaktu ditanya oleh orang-orang di sekitar kita. Nama UNGU sendiri kita sebutkan secara tiba-tiba ketika ditanya oleh seorang MC di sebuah event. Kita ingin orang-orang mengingat dengan mudah dan cepat menempel di otak, jadilah kami memberi nama band ini UNGU!
Awalnya UNGU?UNGU terbentuk dengan sendirinya. Awalnya kita dari band yang berbeda, kebetulan sering latihan di studio yang sama dan akhirnya nge-jam bareng. Tidak hanya di studio, konsep nge-jam bareng ini dibawa juga ke panggung-panggung kecil sampai ke acara pensi sekolah di sekitar Tebet. Disitulah kita menemukan nama UNGU.
Bongkar pasang personil?Mungkin tidak bisa dibilang bongkar pasang personil…. Hanya saja memang waktu itu personil UNGU berasal dari band yang berbeda-beda, jadi tidak heran kalau pada akhirnya mereka kembali lagi ke band asalnya. Barulah pada tahun 2000, UNGU punya personil tetap yaitu PASHA (vokal), ENDA (gitar), MAKKI (bass) dan ROWMAN (drum). ONCY (gitar) baru bergabung dengan UNGU setelah album pertama kita dirilis di tahun 2002.
LAGUKU, album perdana UNGU?LAGUKU adalah album pertama UNGU yang dirilis tanggal 6 Juli 2002. Tapi sebelumnya, UNGU ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi KLIK bersama Lakuna, Borneo, Piknik dan Energy. 2 lagu tersebut adalah Hasrat dan Bunga. 2 lagu ini pula lah yang kemudian memicu semangat UNGU untuk memiliki album sendiri.
Semua lagu diciptakan sendiri?Dari awal UNGU naik panggung, kita selalu membawakan lagu-lagu yang diciptakan sendiri. Beruntung kita produktif dalam menciptakan lagu. Dan kita senang karena lagu-lagu yang kita ciptakan ternyata mampu diterima di telinga pendengarnya.
Setelah album LAGUKU?Nggak nyangka! Pertama kita senang karena akhirnya punya album. Kedua karena single pertama “BAYANG SEMU” menjadi ost. sinetron ABG yang pada waktu itu tayang di RCTI mampu membawa UNGU berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. Sepanjang tahun itu, UNGU tampil di hampir 100 panggung!
Lalu?Kita mulai memikirkan album kedua. Materi album kedua mulai kita kumpulkan selama perjalanan tour ke seluruh Indonesia. Berat memang, kadang jenuh, apalagi ternyata deadline semakin dekat. Jadi lah UNGU bikin lagu dimana saja kita bisa. Di bis, pesawat, kapal, sepanjang perjalanan kita usahakan untuk menciptakan lagu.
Jadi kapan album kedua dirilis?Judulnya kejar tayang… Album kedua dikerjakan dalam waktu yang lumayan singkat, cukup 3 minggu. Kerja keras memang, sering tidur di studio Hijau, telat makan karena ngejar jadwal take, tapi semua itu terbayar dengan selesainya album kedua kita, TEMPAT TERINDAH yang kemudian dirilis di awal tahun 2004.
Seru?Sudah tentu… untuk membuat video klip dari single pertama kita “KARENA DIA KAMU” aja UNGU sampai rela ditangkap polisi karena membuat macet jalan protokol. Kenapa? Karena di video klip tersebut, UNGU main di atas trailer panjang yang berjalan mulai dari jalan thamrin, sudirman, semanggi sampai ke daerah senen… bisa dibayangkan betapa macetnya jalan hari itu hehehehe…. ?
Album kompilasi?Diantara promo album kedua dan show di berbagai kota, UNGU juga menyempatkan diri untuk menciptakan dan menyanyikan lagu di luar album kita. Contohnya kita ikut menyumbangkan lagu “CIUMAN PERTAMA” untuk ost Buruan Cium Gue yang akhirnya harus ditarik dari peredaran. Kemudian UNGU juga mengaransemen ulang lagu “BIMBI” milik tante Titiek Puspa. Terakhir, UNGU dipercaya om Chrisye untuk menciptakan dan berduet di lagu “Cinta Yang Lain”.
Sempet mau bubar?Hahahaha….. berantem sampai nggak saling komunikasi, sudah pernah kita jalani. Tapi justru hal-hal seperti itu yang membuat UNGU semakin kuat dan semakin erat juga semakin mengenal satu sama lain. Isu bubar yang beredar waktu itu, justru membuat kami ingin membuktikan kekuatan UNGU dengan album ketiga.
Jadi?Yaa… Dirilis lah album ketiga “MELAYANG” di awal Desember tahun 2005. Dengan gambar sayap pesawat di cover album, UNGU ingin bisa terbang dan menerbangkan semua keinginan, cita-cita dan harapan kita berlima juga penikmat lagu UNGU.
Prestasi?Album MELAYANG jadi salah satu pencapaian UNGU yang terbesar saat ini. Dengan pencapaian itu, UNGU punya target yang lebih besar lagi. Kekuatan lagu dan lirik “DEMI WAKTU” membuat album ini meraih Platinum Award di bulan pertama penjualannya. Padahal kami baru menerima Platinum Award untuk album “LAGUKU” setelah hampir 2 tahun album tersebut dirilis. Tidak lama setelah itu, UNGU kembali menerima Double Platinum Award untuk album MELAYANG. WOW! Kejutan yang menyenangkan buat kami berlima.
Merambah pasar asia?Sebelum album MELAYANG dirilis, sudah ada 4 perusahaan rekaman dari Malaysia yang ingin mengedarkan album ini di negara jiran tersebut. Kebanggaan tersendiri buat UNGU karena akhirnya album Melayang juga dirilis di Malaysia awal Maret 2006. Dan ternyata sambutannya luar biasa...
Setelah ini…?Saat ini UNGU sedang melakukan show di berbagai kota di Indonesia
Pasha (Vokalis)
Nama Lengkap: Sigit Purnomo S.S.TTL: Donggala, 27 November 1979E-mail: pasha@unguband.comBergabung dengan Ungu: 1999Pasha mengawali karirnya sebagai model dan telah muncul di beberapa iklan televisi, main sinetron dan bergabung dengan beberapa band sebelum bergabung dengan Ungu. Tidak banyak yang tahu bahwa Pasha pernah menjadi juara II lomba Adzan se Sulawesi Tengah. Cowok yang ternyata pandai mengaji ini sempat berkuliah di ABA-ABI sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih berkarir di musik.
Makki (Bassis)
Nama Lengkap: Makki O. ParikesitTTL: Jakarta, 23 Oktober 1971E-mail: makki@unguband.comBergabung dengan Ungu: 1996 (founder)Makki adalah salah satu pendiri Ungu. Ketika sedang mengambil gelar di Indiana University, Amerika Serikat, Makki memperkaya kemampuan bermusiknya dengan bermain bersama sebuah band yang bernama Joint Session, yang selain menjadi band keliling di sekitar Midwest, juga merupakan band pembuka beberapa konser grup musik ternama seperti Toad the Road Sprocket dan John Mallencamn. Ketika kembali ke Jakarta tahun 1996, Makki sempat bergabung dengan Harris Ioni dan beberapa sesi in-promptu sampai akhirnya membentuk UNGU.
Enda’ (Gitaris)
Nama Lengkap: Franco MedjayaTTL: Kudus, 4 Maret 1978
E-mail: enda@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2001
Cowok yang akrab dipanggil Enda' ini memulai karirnya sebagai teknisi gitar untuk gitaris band ini. Ketika kebutuhan akan gitaris kedua muncul, Enda’ membuktikan bahwa ia adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi itu. Lulusan fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi ini mudah dikenali dengan sebuah anting dibawah bibirnya.
Onci (Gitaris)
Nama Lengkap: Arlonsy MiraldiTTL: Palu, 2 Oktober 1981E-mail: onci@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2003
Onci, yang sebelumnya bergabung dengan Funky Kopral, merupakan personil terakhir yang bergabung dengan UNGU. Dikenal sebagai gitaris yang energik dan bermusikalitas baik, kehadiran Onci menjadi nilai tambah bagi UNGU
Rowman (Drummer)
Nama Lengkap: M. Nur RohmanTTL: Jakarta, 9 Januari 1974E-mail: rowman@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2001Sebelum bergabung dengan UNGU, Rowman adalah drummer grup musik rock bernama Garux yang sempat meramaikan dunia musik di Indonesia. Cowok yang sering dibilang mirip Bimbim Slank ini ternyata memang sangat mengagumi Bimbim.
sumber : www.unguband.com
UNGU? Kenapa?Kenapa tidak? Itu jawaban kita sewaktu ditanya oleh orang-orang di sekitar kita. Nama UNGU sendiri kita sebutkan secara tiba-tiba ketika ditanya oleh seorang MC di sebuah event. Kita ingin orang-orang mengingat dengan mudah dan cepat menempel di otak, jadilah kami memberi nama band ini UNGU!
Awalnya UNGU?UNGU terbentuk dengan sendirinya. Awalnya kita dari band yang berbeda, kebetulan sering latihan di studio yang sama dan akhirnya nge-jam bareng. Tidak hanya di studio, konsep nge-jam bareng ini dibawa juga ke panggung-panggung kecil sampai ke acara pensi sekolah di sekitar Tebet. Disitulah kita menemukan nama UNGU.
Bongkar pasang personil?Mungkin tidak bisa dibilang bongkar pasang personil…. Hanya saja memang waktu itu personil UNGU berasal dari band yang berbeda-beda, jadi tidak heran kalau pada akhirnya mereka kembali lagi ke band asalnya. Barulah pada tahun 2000, UNGU punya personil tetap yaitu PASHA (vokal), ENDA (gitar), MAKKI (bass) dan ROWMAN (drum). ONCY (gitar) baru bergabung dengan UNGU setelah album pertama kita dirilis di tahun 2002.
LAGUKU, album perdana UNGU?LAGUKU adalah album pertama UNGU yang dirilis tanggal 6 Juli 2002. Tapi sebelumnya, UNGU ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi KLIK bersama Lakuna, Borneo, Piknik dan Energy. 2 lagu tersebut adalah Hasrat dan Bunga. 2 lagu ini pula lah yang kemudian memicu semangat UNGU untuk memiliki album sendiri.
Semua lagu diciptakan sendiri?Dari awal UNGU naik panggung, kita selalu membawakan lagu-lagu yang diciptakan sendiri. Beruntung kita produktif dalam menciptakan lagu. Dan kita senang karena lagu-lagu yang kita ciptakan ternyata mampu diterima di telinga pendengarnya.
Setelah album LAGUKU?Nggak nyangka! Pertama kita senang karena akhirnya punya album. Kedua karena single pertama “BAYANG SEMU” menjadi ost. sinetron ABG yang pada waktu itu tayang di RCTI mampu membawa UNGU berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. Sepanjang tahun itu, UNGU tampil di hampir 100 panggung!
Lalu?Kita mulai memikirkan album kedua. Materi album kedua mulai kita kumpulkan selama perjalanan tour ke seluruh Indonesia. Berat memang, kadang jenuh, apalagi ternyata deadline semakin dekat. Jadi lah UNGU bikin lagu dimana saja kita bisa. Di bis, pesawat, kapal, sepanjang perjalanan kita usahakan untuk menciptakan lagu.
Jadi kapan album kedua dirilis?Judulnya kejar tayang… Album kedua dikerjakan dalam waktu yang lumayan singkat, cukup 3 minggu. Kerja keras memang, sering tidur di studio Hijau, telat makan karena ngejar jadwal take, tapi semua itu terbayar dengan selesainya album kedua kita, TEMPAT TERINDAH yang kemudian dirilis di awal tahun 2004.
Seru?Sudah tentu… untuk membuat video klip dari single pertama kita “KARENA DIA KAMU” aja UNGU sampai rela ditangkap polisi karena membuat macet jalan protokol. Kenapa? Karena di video klip tersebut, UNGU main di atas trailer panjang yang berjalan mulai dari jalan thamrin, sudirman, semanggi sampai ke daerah senen… bisa dibayangkan betapa macetnya jalan hari itu hehehehe…. ?
Album kompilasi?Diantara promo album kedua dan show di berbagai kota, UNGU juga menyempatkan diri untuk menciptakan dan menyanyikan lagu di luar album kita. Contohnya kita ikut menyumbangkan lagu “CIUMAN PERTAMA” untuk ost Buruan Cium Gue yang akhirnya harus ditarik dari peredaran. Kemudian UNGU juga mengaransemen ulang lagu “BIMBI” milik tante Titiek Puspa. Terakhir, UNGU dipercaya om Chrisye untuk menciptakan dan berduet di lagu “Cinta Yang Lain”.
Sempet mau bubar?Hahahaha….. berantem sampai nggak saling komunikasi, sudah pernah kita jalani. Tapi justru hal-hal seperti itu yang membuat UNGU semakin kuat dan semakin erat juga semakin mengenal satu sama lain. Isu bubar yang beredar waktu itu, justru membuat kami ingin membuktikan kekuatan UNGU dengan album ketiga.
Jadi?Yaa… Dirilis lah album ketiga “MELAYANG” di awal Desember tahun 2005. Dengan gambar sayap pesawat di cover album, UNGU ingin bisa terbang dan menerbangkan semua keinginan, cita-cita dan harapan kita berlima juga penikmat lagu UNGU.
Prestasi?Album MELAYANG jadi salah satu pencapaian UNGU yang terbesar saat ini. Dengan pencapaian itu, UNGU punya target yang lebih besar lagi. Kekuatan lagu dan lirik “DEMI WAKTU” membuat album ini meraih Platinum Award di bulan pertama penjualannya. Padahal kami baru menerima Platinum Award untuk album “LAGUKU” setelah hampir 2 tahun album tersebut dirilis. Tidak lama setelah itu, UNGU kembali menerima Double Platinum Award untuk album MELAYANG. WOW! Kejutan yang menyenangkan buat kami berlima.
Merambah pasar asia?Sebelum album MELAYANG dirilis, sudah ada 4 perusahaan rekaman dari Malaysia yang ingin mengedarkan album ini di negara jiran tersebut. Kebanggaan tersendiri buat UNGU karena akhirnya album Melayang juga dirilis di Malaysia awal Maret 2006. Dan ternyata sambutannya luar biasa...
Setelah ini…?Saat ini UNGU sedang melakukan show di berbagai kota di Indonesia
Pasha (Vokalis)
Nama Lengkap: Sigit Purnomo S.S.TTL: Donggala, 27 November 1979E-mail: pasha@unguband.comBergabung dengan Ungu: 1999Pasha mengawali karirnya sebagai model dan telah muncul di beberapa iklan televisi, main sinetron dan bergabung dengan beberapa band sebelum bergabung dengan Ungu. Tidak banyak yang tahu bahwa Pasha pernah menjadi juara II lomba Adzan se Sulawesi Tengah. Cowok yang ternyata pandai mengaji ini sempat berkuliah di ABA-ABI sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih berkarir di musik.
Makki (Bassis)
Nama Lengkap: Makki O. ParikesitTTL: Jakarta, 23 Oktober 1971E-mail: makki@unguband.comBergabung dengan Ungu: 1996 (founder)Makki adalah salah satu pendiri Ungu. Ketika sedang mengambil gelar di Indiana University, Amerika Serikat, Makki memperkaya kemampuan bermusiknya dengan bermain bersama sebuah band yang bernama Joint Session, yang selain menjadi band keliling di sekitar Midwest, juga merupakan band pembuka beberapa konser grup musik ternama seperti Toad the Road Sprocket dan John Mallencamn. Ketika kembali ke Jakarta tahun 1996, Makki sempat bergabung dengan Harris Ioni dan beberapa sesi in-promptu sampai akhirnya membentuk UNGU.
Enda’ (Gitaris)
Nama Lengkap: Franco MedjayaTTL: Kudus, 4 Maret 1978
E-mail: enda@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2001
Cowok yang akrab dipanggil Enda' ini memulai karirnya sebagai teknisi gitar untuk gitaris band ini. Ketika kebutuhan akan gitaris kedua muncul, Enda’ membuktikan bahwa ia adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi itu. Lulusan fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi ini mudah dikenali dengan sebuah anting dibawah bibirnya.
Onci (Gitaris)
Nama Lengkap: Arlonsy MiraldiTTL: Palu, 2 Oktober 1981E-mail: onci@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2003
Onci, yang sebelumnya bergabung dengan Funky Kopral, merupakan personil terakhir yang bergabung dengan UNGU. Dikenal sebagai gitaris yang energik dan bermusikalitas baik, kehadiran Onci menjadi nilai tambah bagi UNGU
Rowman (Drummer)
Nama Lengkap: M. Nur RohmanTTL: Jakarta, 9 Januari 1974E-mail: rowman@unguband.comBergabung dengan Ungu: 2001Sebelum bergabung dengan UNGU, Rowman adalah drummer grup musik rock bernama Garux yang sempat meramaikan dunia musik di Indonesia. Cowok yang sering dibilang mirip Bimbim Slank ini ternyata memang sangat mengagumi Bimbim.
sumber : www.unguband.com
radja band

buat penggila radja baca nich baek-baek
radja dan latar belakangnya
radja adalah nama sebuah grup band asal Jakarta yang berdiri pada tanggal 17 Maret 2001. Band ini digaungi oleh 4 orang personil, yaitu : Ian Kasela (vokalis) , Moldy (gitaris), Shuma (bassist), dan Adit (drummer). Nama radja digunakan bukan karena tanpa alasan. Mereka sepakat menamakan band mereka dengan nama tersebut, dengan harapan dapat membawa band mereka menjadi besar dan mampu merajai musik Indonesia pada waktunya. Mereka menginginkan lagu yang mereka ciptakan dapat didengar dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti radja yang pada masa silam mampu memikat seluruh rakyatnya dengan pesona dan kharisma yang dimilikinya. Namun impian ingin dipuja itu tidak membuat mereka ingin memiliki jarak dengan para penggemarnya, karena itu nama band ini diawali dengan huruf kecil, dengan maksud mereka berharap kelak setelah mereka mampu menjadi seperti radja, mereka juga dapat tetap dekat dengan para penggemarnya.
Pada tahun 2001 banyak hal yang terjadi pada radja. Diawali dengan demo mereka yang diterima dengan baik oleh salah satu perusahaan rekaman pada saat itu. Materi lagu yang mereka ciptakan mampu membuat Universal Music Indonesia ingin menjalin kerjasama dengan radja. Mereka pun bekerjasama sehingga menghasilkan sebuah album perdana yang diberi judul “Lepas Masa Lalu“ dengan hitsnya “Biar Aku Menjagamu“. Disayangkan pada saat itu di dalam Universal Music Indonesia sendiri sedang ada masalah yang menyebabkan mereka harus gulung tikar sehingga album perdana radja tidak dapat didistribusikan dan dipromosikan secara maksimal. Apa boleh buat, album perdana ini tidak mengalami kesuksesan.
Kegagalan yang dialami oleh band ini membuat mereka vakum dari kegiatan hampir selama 1 tahun. Hal ini membuat para personil berada dalam kondisi tidak nyaman, sehingga akhirnya 2 orang personil, yaitu Shuma dan Adit memutuskan untuk mengundurkan diri dari band yang mereka naungi. Sejak pertengahan 2002, Shuma dan Adit tidak lagi tercatat sebagai personil radja. Tinggal Ian dan Moldy yang bertahan meneruskan nasib band ini.
Tahun pun berganti, awal tahun 2003, Moldy yang saat itu sedang pergi secara kebetulan bertemu dengan Indra seorang pemain bass yang dikenalnya melalui seorang teman Moldy yang bernama Wisnu. Dari sinilah cerita selanjutnya berawal. Moldy pada saat itu tanpa basa basi mengajak Indra untuk bergabung dalam band radja, karena saat itu Indra masih menjadi pemain pada sebuah band cafe, ia tidak langsung mengiyakan ajakan Moldy tersebut. Pada saat yang sama Moldy pun meminta Indra untuk merekomendasikan drummer yang dikenalnya. Dari sinilah kemudian keluar nama Seno. Seno adalah sahabat lama Indra yang kebetulan saat itu menjadi drummer band cafe yang sama dengan Indra. Kemudian Moldy mengajak mereka berdua untuk bertemu.
Melalui beberapa kali pertemuan dan latihan bareng di studio, Indra dan Seno kemudian tertarik untuk bergabung dengan Ian dan Moldy di radja. Bulan Mei 2003 mereka resmi bergabung , posisi radja berubah menjadi : Ian Kasela (vokalis), Moldy (gitaris), Indra (bassist), Seno (drummer).
Di tahun yang sama mereka membuat demo. Karena sulit untuk bisa menembus perusahaan rekaman, mereka lalu sepakat untuk mengubah strategi dengan mencari donatur yang mau mendanai rekaman mereka. Usaha demi usaha dilakukan hingga membuahkan hasil. Melalui perkenalan Moldy dengan Pak Heru yang saat itu menginginkan Moldy memproduseri dan menciptakan lagu untuk bandnya, malah membuat radja dapat berkenalan dengan team Kwitang yang kemudian hari menjadi bagian terpenting bagi karir radja.
Team Kwitang dipimpin oleh Bapak Isfan Fajar Satrio. Beliau dengan tulus dan ikhlas membantu radja dalam segala hal.Selain mendanai seluruh proses rekaman , beliau juga tanpa henti terus menyalakan semangat berjuang dalam diri keempat personil band ini. Melalui kerja keras dan kerjasama yang baik akhirnya sebuah master album telah siap untuk didistribusikan.
Berbekal master yang mereka miliki, mereka kemudian mencari perusahaan rekaman yang mau bekerjasama dengan mereka untuk mendistribusikan album radja . Di sinilah kemudian Malta Music Indonesia mengambil peran dalam perkembangan karir radja. Malta Music Indonesia bersedia untuk bekerjasama dengan radja untuk mengedarkan album kedua radja yang bertajuk “Manusia Biasa“ dengan lagu hits “Cinderella“ dan “Jujur“ .
Sangat disayangkan, karena Malta Music Indonesia adalah minor label dalam perindustrian musik Indonesia, album kedua radja lagi-lagi tidak dapat diedarkan secara maksimal ke seluruh penjuru Indonesia. Hal ini membuat radja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama mereka yang saat itu berakhir pada tahun 2004
Lepas dari Malta Music Indonesia, radja lalu mencari mayor label yang mau menaungi mereka. Ternyata keberuntungan mulai berpihak kepada mereka berempat, pada akhir ahun 2004, mereka dipercayakan untuk menjadi grup band yang dinaungi oleh EMI Music Indonesia.
Setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia, radja langsung mengeluarkan album repackage dari album mereka sebelumnya, karena album kedua radja dinilai memiliki nilai jual yang bagus namun tidak terpromosikan saat itu. Tanpa membuang waktu lama, mereka pun meluncurkan album repackage yang diberi judul “Langkah Baru“ yang berisikan lagu-lagu mereka di album sebelumnya ditambah dengan 3 buah lagu baru, pada awal tahun 2005.
Album ketiga radja ini sungguh di luar dugaan, perjualannya tidak hanya bagus, malah mampu melewati target penjualan saat itu. Lagu hits mereka “Jujur“ hampir setiap hari terdengar di mana-mana, nama para personil radja pun mulai dikenal oleh masyarakat. Album ketiga ini memang di luar prediksi mereka. Album ini membawa mereka merasakan kesuksesan dalam karir yang mereka bangun dengan airmata dan cucuran keringat, perlu diingat mereka dapat berhasil bukan tanpa kerja keras! Mereka telah melewati masa itu, masa sulit di saat tidak ada sebuah perusahaan rekaman pun yang mau mendengarkan lagu ciptaan mereka, saat mereka tidak memiliki harta untuk bertahan hidup, saat mereka tampil di atas panggung tanpa seorang pun yang memperhatikan mereka, semua kepahitan dan kegetiran itu telah mereka lalui. Jadi bukan tidak layak bila sekarang mereka dapat memetik hasil jerih payah yang sudah mereka lakukan.
Album Langkah Baru membawa radja meraih Golden Award untuk penjualan kaset di atas 75.000 copy, Platinum Award untuk penjualan di atas 150.000 copy, Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300.000 copy, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500.000 copy. Prestasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya ketika mereka mampu meraih semua perhargaan itu.
Kesuksesan yang mereka raih tidak membuat mereka melupakan hasrat untuk berkarya. Pada tahun 2006 mereka pun meluncurkan album keempat mereka yang bertajuk “Aku Ada Karena Kau Ada“. Sekali lagi album inipun mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia. Lagu-lagu radja semakin merakyat dalam masyarakat Indonesia baik di kota-kota besar maupun di pelosok daerah. Bahkan mereka pernah tampil menghibur masyarak Indonesia bagian timur seperti masyarakat di daerah Luwuk dan Papua. Tidak hanya di dalam negeri, mereka pun mampu memukau masyarakat negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hal ini dibuktikan dengan beberapa kali mereka tampil menghibur di negara tetangga tersebut.
Beberapa penghargaan pun kembali mereka peroleh, salah satunya mereka peroleh dari ajang SCTV Music Awards yang menobatkan mereka sebagai “Band paling ngetop 2006“. Di penghujung tahun 2006, kembali mereka berkarya dengan turut berpartisipasi menciptakan album kerohanian yang diluncurkan pada saat bulan ramadhan. Album Rohani ini merupakan album kelima radja dan diberi judul “1000 Bulan“.
Di awal tahun 2007, radja kembali masuk ke dalam studio rekaman untuk mengemas album terbaru mereka. Latihan sudah dilakukan, lagu sudah diciptakan, alat instrumen mereka sudah berbunyi, syair sudah dinyanyikan, tinggal kita mendengar album terbaru mereka yang keenam dan diberi tajuk “6 Untuk Semua“. Akankah album keenam yang mereka ciptakan di tahun keenam usia mereka ini semakin matang seperti usia mereka dan mampu meraih kesuksesan seperti album mereka sebelumnya ? Dapatkah radja terus menjadi radja seperti nama yang selalu setia melekat pada band ini? Mampukah radja terus menjadi radja dalam dunia musik negeri ini ? Semoga.\
Pada tahun 2001 banyak hal yang terjadi pada radja. Diawali dengan demo mereka yang diterima dengan baik oleh salah satu perusahaan rekaman pada saat itu. Materi lagu yang mereka ciptakan mampu membuat Universal Music Indonesia ingin menjalin kerjasama dengan radja. Mereka pun bekerjasama sehingga menghasilkan sebuah album perdana yang diberi judul “Lepas Masa Lalu“ dengan hitsnya “Biar Aku Menjagamu“. Disayangkan pada saat itu di dalam Universal Music Indonesia sendiri sedang ada masalah yang menyebabkan mereka harus gulung tikar sehingga album perdana radja tidak dapat didistribusikan dan dipromosikan secara maksimal. Apa boleh buat, album perdana ini tidak mengalami kesuksesan.
Kegagalan yang dialami oleh band ini membuat mereka vakum dari kegiatan hampir selama 1 tahun. Hal ini membuat para personil berada dalam kondisi tidak nyaman, sehingga akhirnya 2 orang personil, yaitu Shuma dan Adit memutuskan untuk mengundurkan diri dari band yang mereka naungi. Sejak pertengahan 2002, Shuma dan Adit tidak lagi tercatat sebagai personil radja. Tinggal Ian dan Moldy yang bertahan meneruskan nasib band ini.
Tahun pun berganti, awal tahun 2003, Moldy yang saat itu sedang pergi secara kebetulan bertemu dengan Indra seorang pemain bass yang dikenalnya melalui seorang teman Moldy yang bernama Wisnu. Dari sinilah cerita selanjutnya berawal. Moldy pada saat itu tanpa basa basi mengajak Indra untuk bergabung dalam band radja, karena saat itu Indra masih menjadi pemain pada sebuah band cafe, ia tidak langsung mengiyakan ajakan Moldy tersebut. Pada saat yang sama Moldy pun meminta Indra untuk merekomendasikan drummer yang dikenalnya. Dari sinilah kemudian keluar nama Seno. Seno adalah sahabat lama Indra yang kebetulan saat itu menjadi drummer band cafe yang sama dengan Indra. Kemudian Moldy mengajak mereka berdua untuk bertemu.
Melalui beberapa kali pertemuan dan latihan bareng di studio, Indra dan Seno kemudian tertarik untuk bergabung dengan Ian dan Moldy di radja. Bulan Mei 2003 mereka resmi bergabung , posisi radja berubah menjadi : Ian Kasela (vokalis), Moldy (gitaris), Indra (bassist), Seno (drummer).
Di tahun yang sama mereka membuat demo. Karena sulit untuk bisa menembus perusahaan rekaman, mereka lalu sepakat untuk mengubah strategi dengan mencari donatur yang mau mendanai rekaman mereka. Usaha demi usaha dilakukan hingga membuahkan hasil. Melalui perkenalan Moldy dengan Pak Heru yang saat itu menginginkan Moldy memproduseri dan menciptakan lagu untuk bandnya, malah membuat radja dapat berkenalan dengan team Kwitang yang kemudian hari menjadi bagian terpenting bagi karir radja.
Team Kwitang dipimpin oleh Bapak Isfan Fajar Satrio. Beliau dengan tulus dan ikhlas membantu radja dalam segala hal.Selain mendanai seluruh proses rekaman , beliau juga tanpa henti terus menyalakan semangat berjuang dalam diri keempat personil band ini. Melalui kerja keras dan kerjasama yang baik akhirnya sebuah master album telah siap untuk didistribusikan.
Berbekal master yang mereka miliki, mereka kemudian mencari perusahaan rekaman yang mau bekerjasama dengan mereka untuk mendistribusikan album radja . Di sinilah kemudian Malta Music Indonesia mengambil peran dalam perkembangan karir radja. Malta Music Indonesia bersedia untuk bekerjasama dengan radja untuk mengedarkan album kedua radja yang bertajuk “Manusia Biasa“ dengan lagu hits “Cinderella“ dan “Jujur“ .
Sangat disayangkan, karena Malta Music Indonesia adalah minor label dalam perindustrian musik Indonesia, album kedua radja lagi-lagi tidak dapat diedarkan secara maksimal ke seluruh penjuru Indonesia. Hal ini membuat radja memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama mereka yang saat itu berakhir pada tahun 2004
Lepas dari Malta Music Indonesia, radja lalu mencari mayor label yang mau menaungi mereka. Ternyata keberuntungan mulai berpihak kepada mereka berempat, pada akhir ahun 2004, mereka dipercayakan untuk menjadi grup band yang dinaungi oleh EMI Music Indonesia.
Setelah bergabung dengan EMI Music Indonesia, radja langsung mengeluarkan album repackage dari album mereka sebelumnya, karena album kedua radja dinilai memiliki nilai jual yang bagus namun tidak terpromosikan saat itu. Tanpa membuang waktu lama, mereka pun meluncurkan album repackage yang diberi judul “Langkah Baru“ yang berisikan lagu-lagu mereka di album sebelumnya ditambah dengan 3 buah lagu baru, pada awal tahun 2005.
Album ketiga radja ini sungguh di luar dugaan, perjualannya tidak hanya bagus, malah mampu melewati target penjualan saat itu. Lagu hits mereka “Jujur“ hampir setiap hari terdengar di mana-mana, nama para personil radja pun mulai dikenal oleh masyarakat. Album ketiga ini memang di luar prediksi mereka. Album ini membawa mereka merasakan kesuksesan dalam karir yang mereka bangun dengan airmata dan cucuran keringat, perlu diingat mereka dapat berhasil bukan tanpa kerja keras! Mereka telah melewati masa itu, masa sulit di saat tidak ada sebuah perusahaan rekaman pun yang mau mendengarkan lagu ciptaan mereka, saat mereka tidak memiliki harta untuk bertahan hidup, saat mereka tampil di atas panggung tanpa seorang pun yang memperhatikan mereka, semua kepahitan dan kegetiran itu telah mereka lalui. Jadi bukan tidak layak bila sekarang mereka dapat memetik hasil jerih payah yang sudah mereka lakukan.
Album Langkah Baru membawa radja meraih Golden Award untuk penjualan kaset di atas 75.000 copy, Platinum Award untuk penjualan di atas 150.000 copy, Double Platinum Award untuk penjualan di atas 300.000 copy, Multi Platinum untuk penjualan kaset di atas 500.000 copy. Prestasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya ketika mereka mampu meraih semua perhargaan itu.
Kesuksesan yang mereka raih tidak membuat mereka melupakan hasrat untuk berkarya. Pada tahun 2006 mereka pun meluncurkan album keempat mereka yang bertajuk “Aku Ada Karena Kau Ada“. Sekali lagi album inipun mendapat respons yang cukup baik dalam masyarakat Indonesia. Lagu-lagu radja semakin merakyat dalam masyarakat Indonesia baik di kota-kota besar maupun di pelosok daerah. Bahkan mereka pernah tampil menghibur masyarak Indonesia bagian timur seperti masyarakat di daerah Luwuk dan Papua. Tidak hanya di dalam negeri, mereka pun mampu memukau masyarakat negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, hal ini dibuktikan dengan beberapa kali mereka tampil menghibur di negara tetangga tersebut.
Beberapa penghargaan pun kembali mereka peroleh, salah satunya mereka peroleh dari ajang SCTV Music Awards yang menobatkan mereka sebagai “Band paling ngetop 2006“. Di penghujung tahun 2006, kembali mereka berkarya dengan turut berpartisipasi menciptakan album kerohanian yang diluncurkan pada saat bulan ramadhan. Album Rohani ini merupakan album kelima radja dan diberi judul “1000 Bulan“.
Di awal tahun 2007, radja kembali masuk ke dalam studio rekaman untuk mengemas album terbaru mereka. Latihan sudah dilakukan, lagu sudah diciptakan, alat instrumen mereka sudah berbunyi, syair sudah dinyanyikan, tinggal kita mendengar album terbaru mereka yang keenam dan diberi tajuk “6 Untuk Semua“. Akankah album keenam yang mereka ciptakan di tahun keenam usia mereka ini semakin matang seperti usia mereka dan mampu meraih kesuksesan seperti album mereka sebelumnya ? Dapatkah radja terus menjadi radja seperti nama yang selalu setia melekat pada band ini? Mampukah radja terus menjadi radja dalam dunia musik negeri ini ? Semoga.\
sumber: http://www.radjaband.com/
the titans

buat para penggila band the titans alias titanium. di sini di ulas selak beluk tentang the titans....
History of the Titans
Keinginan untuk terus bermusik dan berkarya, itulah alasan dan tujuan utama Andika dan Indra untuk mendirikan The Titans. Musik memang sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan dua sohib ini. Dengan pengalaman ngeband yang panjang dan berliku, Andika dan Indra bertekad menjadikan The Titans band terakhir untuk mencurahkan semua inspirasi dan bakat mereka di dunia musik.
Untuk membentuk sebuah band, Andika dan Indra mengajak beberapa musisi yang sudah punya pengalaman yang gak bisa di bilang pendek. Utomo Haridwinanto yang akrab di panggil Tom Tom salah satu personil T-Five setuju buat menduduki posisi drum. Sony Krisna Yudha atau Oni sudah 12 tahun ngeband bareng kakaknya di Five minutes, di The Titans Oni megang posisi guitar. Imot atau dengan nama asli Tomi di kenal Andika waktu membantu memproduksi album salah satu artist yang berada di bawah naungan management Andika. Cowok berkaca mata ini memegang posisi programming/synthesizer. Yang terakhir mereka rekrut untuk gabung adalah sang vocalist, setelah menajalani beberapa seleksi, terpilihlah Rizki yang di percaya bisa mengisi posisi ini dengan baik.
Pada tanggal 8 December The Titans resmi di dirikan di Bandung. Sebagai band baru, The Titans memang harus berjuang dari bawah untuk merebut hati penggemar. Bersanding dengan band-band yang telah berdiri sebelum mereka, The Titans yakin dan posistive bisa berkibar dan menjadi salah satu superband di tanah air.
Album pertama mereka yang sudah rampung pembuatannya, dan tinggal menunggu launching, di buat dalam waktu yang lumayan singkat. Bukannya mau terburu-buru atau di kejar deadline, tapi mereka memang sangat bersemangat dan mempunyai ide banyak untuk di tumpahkan ke album pertama yg bertitle “The Titans” ini. Album yg di tulis bareng-bareng dengan andil dari seluruh personil The Titans ini di harapkan bisa di terima dengan baik dan di nikmati oleh para pecinta musik Indonesia.
Album The Titans di pengaruhi beberapa musisi yang menjadi panutan masing-masing personil di antaranya ada pengaruh The Cure, Coldplay, Stereophonic, Daftpunk, Keane, Muse dan lain-lain. Brits pop/rock memang jadi kiblat bermusik mereka. Musik yang ngepop tapi gak cengeng, ngerock tapi gak terlalu cadas, mellow tapi gak monoton, melancholic tapi gak meratap-ratap. Musik yang enak di dengar tapi gak ngebosenin, penuh dengan sound yang kreatif. Untuk kedepannya bisa aja aliran musik The Titans berubah sejalan dengan pengalaman dan dunia musik yang terus berkembang.
Nama The Titans ini di pilih karena di percaya sama semua personilnya bakalan biss merepresentasikan kekuatan dan kebesaran semangat mereka menjadi musisi-musisi handal dan membangun The Titans menjadi salah satu band terbesar di Indonesia.
The Titans sendiri di ambil dari mythology Yunani atau cerita dewa-dewa dari kepercayaan orang-orang Yunani. Pada masanya The Titans merupakan personifikasi dari kekuatan-kekuatan alam yang ada. The Titans adalah 12 anak-anak (6 laki-laki:Titanes dan 6 perempuan:Titanides) dari Gaia dan Uranus. Pada masanya The Titans menguasai dunia mereka dengan kekuatan mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Kekuatan The Titans di dalam cerita kepercayaan Yunani inilah Andika, Indra, Oni, Tom-Tom, Imot dan Rizki berharap bisa menjadikan band ini untuk memiliki kekuatan di dunia musik dan bisa terus mengembangkan kemampuan masing-masing.
Biography singkat ini menjadi tanda di mulainya penulisan sejarah The Titans, dengan berjalannya waktu kita berharap bisa menikmati musik2 dari ke enam anak bandung ini dan Biography mereka pun akan terus di tulis dan di up date di sini.
Bio by Apro The Titans Management :Andre - Manager Lulu - Road ManagerApro - Website Manager Download Channel List And Technical Requirements
The Titans Are :
Sonny Krisna Yudha - Guitarist
Utomo Haridwinanto - Drummer
Rizki Abdurahman - Vocalist
Tommi Herlambang - Synth and Programming
Hendra Suhendra - Bassist Andika Naliputra - Keyboardist
Keinginan untuk terus bermusik dan berkarya, itulah alasan dan tujuan utama Andika dan Indra untuk mendirikan The Titans. Musik memang sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan dua sohib ini. Dengan pengalaman ngeband yang panjang dan berliku, Andika dan Indra bertekad menjadikan The Titans band terakhir untuk mencurahkan semua inspirasi dan bakat mereka di dunia musik.
Untuk membentuk sebuah band, Andika dan Indra mengajak beberapa musisi yang sudah punya pengalaman yang gak bisa di bilang pendek. Utomo Haridwinanto yang akrab di panggil Tom Tom salah satu personil T-Five setuju buat menduduki posisi drum. Sony Krisna Yudha atau Oni sudah 12 tahun ngeband bareng kakaknya di Five minutes, di The Titans Oni megang posisi guitar. Imot atau dengan nama asli Tomi di kenal Andika waktu membantu memproduksi album salah satu artist yang berada di bawah naungan management Andika. Cowok berkaca mata ini memegang posisi programming/synthesizer. Yang terakhir mereka rekrut untuk gabung adalah sang vocalist, setelah menajalani beberapa seleksi, terpilihlah Rizki yang di percaya bisa mengisi posisi ini dengan baik.
Pada tanggal 8 December The Titans resmi di dirikan di Bandung. Sebagai band baru, The Titans memang harus berjuang dari bawah untuk merebut hati penggemar. Bersanding dengan band-band yang telah berdiri sebelum mereka, The Titans yakin dan posistive bisa berkibar dan menjadi salah satu superband di tanah air.
Album pertama mereka yang sudah rampung pembuatannya, dan tinggal menunggu launching, di buat dalam waktu yang lumayan singkat. Bukannya mau terburu-buru atau di kejar deadline, tapi mereka memang sangat bersemangat dan mempunyai ide banyak untuk di tumpahkan ke album pertama yg bertitle “The Titans” ini. Album yg di tulis bareng-bareng dengan andil dari seluruh personil The Titans ini di harapkan bisa di terima dengan baik dan di nikmati oleh para pecinta musik Indonesia.
Album The Titans di pengaruhi beberapa musisi yang menjadi panutan masing-masing personil di antaranya ada pengaruh The Cure, Coldplay, Stereophonic, Daftpunk, Keane, Muse dan lain-lain. Brits pop/rock memang jadi kiblat bermusik mereka. Musik yang ngepop tapi gak cengeng, ngerock tapi gak terlalu cadas, mellow tapi gak monoton, melancholic tapi gak meratap-ratap. Musik yang enak di dengar tapi gak ngebosenin, penuh dengan sound yang kreatif. Untuk kedepannya bisa aja aliran musik The Titans berubah sejalan dengan pengalaman dan dunia musik yang terus berkembang.
Nama The Titans ini di pilih karena di percaya sama semua personilnya bakalan biss merepresentasikan kekuatan dan kebesaran semangat mereka menjadi musisi-musisi handal dan membangun The Titans menjadi salah satu band terbesar di Indonesia.
The Titans sendiri di ambil dari mythology Yunani atau cerita dewa-dewa dari kepercayaan orang-orang Yunani. Pada masanya The Titans merupakan personifikasi dari kekuatan-kekuatan alam yang ada. The Titans adalah 12 anak-anak (6 laki-laki:Titanes dan 6 perempuan:Titanides) dari Gaia dan Uranus. Pada masanya The Titans menguasai dunia mereka dengan kekuatan mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Kekuatan The Titans di dalam cerita kepercayaan Yunani inilah Andika, Indra, Oni, Tom-Tom, Imot dan Rizki berharap bisa menjadikan band ini untuk memiliki kekuatan di dunia musik dan bisa terus mengembangkan kemampuan masing-masing.
Biography singkat ini menjadi tanda di mulainya penulisan sejarah The Titans, dengan berjalannya waktu kita berharap bisa menikmati musik2 dari ke enam anak bandung ini dan Biography mereka pun akan terus di tulis dan di up date di sini.
Bio by Apro The Titans Management :Andre - Manager Lulu - Road ManagerApro - Website Manager Download Channel List And Technical Requirements
The Titans Are :
Sonny Krisna Yudha - Guitarist
Utomo Haridwinanto - Drummer
Rizki Abdurahman - Vocalist
Tommi Herlambang - Synth and Programming
Hendra Suhendra - Bassist Andika Naliputra - Keyboardist
sumber : http://www.thetitansband.com/
Langganan:
Komentar (Atom)